Hilang

Untung ada blog ini, tempat curhat sekaligus tempat pulang jika pikiran sedang mumet, jika hati sedang sedih dan galau.

Rasanya sudah sangat lama tidak menonton teater. Selalu ada pesan-pesan kemanusiaan di sana, juga ada puisi, ada karakter, panggung aksi yang terasa amat nyata. Suasananya selalu berbeda dan jauh lebih sederhana ketimbang bioskop. Pendekatan visualnya pun berbeda.



Sumber : http://isnuansa.com/
Kemarin saya melepas rindu, setelah istriku menolak ikut untuk yang kesekian kalinya, saya pergi, sendirian. Istriku tidak terlalu suka dengan pertunjukan seperti ini. Dia menganggapnya sebagai sebuah adegan yang membingungkan sekaligus membosankan. Dia juga benci dengan Societeit de Harmonie, gedung itu tua dan bersarang laba-laba katanya.

Ingin ikut mengabadikan pertunjukan saya pun membawa kamera, seperti tentara yang siap tempur saya juga membawa amunisi lengkap, tripod dan beberapa varian lensa.

Pertunjukan Waiting for Godot dimulai, lampu dimatikan, continous light 3 warna dinyalakan bergantian. Suara suling, gendang, dan beberapa instrumen musik lain mengiringi cerita. Aktor dan aktris total berakting. Tak lupa, saya memotret beberapa momen yg lumayan bagus, kurang lebih 70-an gambar.

Singkat cerita, pertunjukan selesai 2 jam kemudian. Orang-orang pulang, saya pulang. Hujan... Dan saya belum juga menunaikan shalat isya.

Sesampai di rumah, saya menyalakan laptop, tak sabar melihat hasil jepretan di pertunjukan tadi. Mencolokkan kabel USB yang menyambungkan laptop dan kamera dan masuk ke menu transfer file, gambar sudah kelihatan.

Demi efisiensi waktu saya ingin mentransfer file sambil menunaikan shalat isya. Setelah shalat saya mencabut kabel USB dan menghapus semua file di kamera. Menghapus file dikamera setelah memindahkan datanya sudah terbiasa saya lakukan supaya memori kembali kosong. Tapi... ternyata tombol transfer file tadi tdk saya tekan. File di memori sudah terhapus...Oh God...!!!
Sumber : http://trustcosurabaya.com/
File kenangan tak terselamatkan. Rasanya lemas kehilangan seperti ini. Tapi tak apa. Paling tidak, saya membawa pulang sesuatu dari sebuah cerita di teater itu. Sebuah rasa dan pemahaman baru, tentang penantian dan harapan, juga kehilangan. Waiting for Godot. Good story.

6 comments:

  1. wah!!! Nyesek banget! :(
    Emang deh selalu saja ada kecerobohan di saat yang tak diinginkan ya eh emang ga ada juga yang mau sengaja ceroboh untuk kehilangan foto2 yang sengaja diabadikan ya hmm ...

    yang sabar ya :)

    ReplyDelete
  2. hmmmm

    kehilangan ???
    kalo saya tidak bisa menggambarkannya gan. :(

    salam kenal

    mari berkunjung selalu ya
    ardiansyah-nomore.blogspot.com

    ReplyDelete
  3. betul betul... saya beberapa kali melakukan kecerobohan seperti itu.. rasanya nyesek :)

    ReplyDelete
  4. saya mengomentari tentang tulisan awal2 ah...
    sya juga menulis blog untuk curhat mas,,wakakka
    sekarang2 sih begitu,,,,,
    maklum makin tua makin galau,ehehe
    salam kenal yak mase.wakakka

    ReplyDelete
  5. nice post, kren pak....tks sdh mampir di http://ascargo.blogspot.com/

    ReplyDelete